Ruang Lingkup Psikologi Agama
Psikologi agama
itu perlu dipelajari karena dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemukan
istilah jiwa ataupun nyawa. Untuk meruntukan pada diri manusia yang tidak
terlihat dan dirasakan oleh karena itu psikologi agama itu sangat perlu karena
salah satu cabang yang mempelajari tentang pengaruh keyakinan agama terhadap
sikap dan prilaku seseorang karena keyakinan itu masuk dalam konstruksi
kepribadiannya. Sehingga dengan
adanya alasan ini menyebabkan perlunya mempelajari psikologi agama dalam
bimbingan dan konseling islam dengan tujuan supaya jiwa keagamaan manusia dalam
beragama itu matang (kontisten) sebagai makhluk ciptaan tuhan yang butuh
terhadap agama dan dapat menjalankan aktivitas kehidupannya dengan baik dan
teratur.
jika berbica
tentang Sejarah perkembangan Psikologi agama belum ada penjelasan secara ilmiah
kapan awal dimulainya kajian tentang Psikologi agama tersebut. tetapi banyak para
ilmuwan sepakat bahwa kajian tersebut telah banyak pembahasanya dalam kitab suci.
Untuk menerapkan secara pasti kapan psikologi agama itu mulai dan dipelajari
memang sangat sulit, tetapi di dalam kitab suci banyak dijumpai mengenai penjelasan
tentang psikologi agama. Sebagai contoh orang yang beriman kepada Allah swt
pada surat al-Fajr ayat 27-30.
$pkçJr'¯»t ß§øÿ¨Z9$# èp¨ZÍ´yJôÜßJø9$# ÇËÐÈ ûÓÉëÅ_ö$# 4n<Î) Å7În/u ZpuÅÊ#u Zp¨ÅÊó£D ÇËÑÈ Í?ä{÷$$sù Îû Ï»t6Ïã ÇËÒÈ Í?ä{÷$#ur ÓÉL¨Zy_ ÇÌÉÈ
Yang artinya:
“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada
Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah
hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku”. (al-Fajr ayat 27-30). berbuat baik dan banyak beribadah akan menjadikan jiwanya tenang
dan tentram dan akan bahagia dunia akhirat. Begitu juga sebaliknya,orang yang
tidak beriman dan berbuat kemaksiatan ia akan gundah dan jiwanya seakan-akan sesak dan tidak senang. Dari sinilah mulanya
para ilmuwan mengembangan bahwa Psikologi agama itu penting untuk setiap umat
manusia.
Contoh dari
pentingnya psikologi agama yaitu dalam Perkembangan jiwa keagaamaan pada masa dewasa.
Orang dewasa itu sudah berpikir tentang agama, tanggung jawab, sosial, ekonomis,keluarga
dan moral,pada masa dewasa ini juga seseorang berusah mencapai suatu cita-cita
yang ia inginka dan yang telah ia rencanakan dengan baik, orang dewasa itu memiliki
sifat kepribadian yang stabil. Yaitu, terlihat dari cara bertindak dan
bertingkah laku yang bersifat tetap (tidak mudah brubah-ubah) dan selalu
berulang kembali (M.Buchori:99). Sikap keberagamaan pada orang dewasa antara
lain:
1.
Menerima
kebenaran agama berdasarkan pertimbangan pemikirannya sendiri
2.
Dapat
menentukan pribadinya
3.
Bertangung
jawab dalam berbagai hal
4.
Dan
menghimpun norma-norma sendiri
Adapun hakikat
manusia yang berhubungan dengan psikologi agama terdapat pada surat an-Nisa
ayat 1
$pkr'¯»t â¨$¨Z9$# (#qà)®?$# ãNä3/u Ï%©!$# /ä3s)n=s{ `ÏiB <§øÿ¯R ;oyÏnºur t,n=yzur $pk÷]ÏB $ygy_÷ry £]t/ur $uKåk÷]ÏB Zw%y`Í #ZÏWx. [ä!$|¡ÎSur 4
(#qà)¨?$#ur ©!$# Ï%©!$# tbqä9uä!$|¡s? ¾ÏmÎ/ tP%tnöF{$#ur 4
¨bÎ) ©!$# tb%x. öNä3øn=tæ $Y6Ï%u ÇÊÈ
Yang artinya:
“Hai
sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari
seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada
keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan
bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling
meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya
Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”
Maksud
dari penjelasan surat ini bahwa umat manusia ini di ciptakan oleh Allah didunia
ini adalah untuk bertakwa dan beribadah semata-mata hanya kepada Allah swt dan mengajak kepada yang makruf dan
mencegah nahi mungkar,bukan untuk orang lain,bukan untuk mendapatkan
sesuatu,.Tetapi untuk kebahagiaan manusia di dunia dan diakhirat dan untuk
menjaga tali persilaturahmi antara umat manusia.
Daftar pustaka
Jalaluddin.2010.Psikologi
Agama. Sejarah Perkembangan Psikologi Agama. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Jalaluddin.
2005. Psikologi Agama. Perkembangan Psikologi Agama. Jakarta: PT
RajaGrafindo Persada.
Djuned, Subki.
2004. Psikologi Agama. Pengantar psikologi agama. Banda Aceh: Ar-Raniry
Press.
Lister, Nico
Syukur. 1982. Pengantar Psikologi Agama. Pengalaman dan Motivasi Beragama.
Lapenas:Sidanglaya.
Rahman, Shaleh
Abdul. 2009. Psikologi Agama. Suatu pengantar dalam Persfektif islam.
Jakarta: Kencana Prenada Media Grub.