Sabtu, 03 Juni 2017

Ruang Lingkup Psikologi agama

Ruang Lingkup Psikologi Agama
            Psikologi agama itu perlu dipelajari karena dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemukan istilah jiwa ataupun nyawa. Untuk meruntukan pada diri manusia yang tidak terlihat dan dirasakan oleh karena itu psikologi agama itu sangat perlu karena salah satu cabang yang mempelajari tentang pengaruh keyakinan agama terhadap sikap dan prilaku seseorang karena keyakinan itu masuk dalam konstruksi kepribadiannya. Sehingga dengan adanya alasan ini menyebabkan perlunya mempelajari psikologi agama dalam bimbingan dan konseling islam dengan tujuan supaya jiwa keagamaan manusia dalam beragama itu matang (kontisten) sebagai makhluk ciptaan tuhan yang butuh terhadap agama dan dapat menjalankan aktivitas kehidupannya dengan baik dan teratur.
            jika berbica tentang Sejarah perkembangan Psikologi agama belum ada penjelasan secara ilmiah kapan awal dimulainya kajian tentang Psikologi agama tersebut. tetapi banyak para ilmuwan sepakat bahwa kajian tersebut telah banyak pembahasanya dalam kitab suci. Untuk menerapkan secara pasti kapan psikologi agama itu mulai dan dipelajari memang sangat sulit, tetapi di dalam kitab suci banyak dijumpai mengenai penjelasan tentang psikologi agama. Sebagai contoh orang yang beriman kepada Allah swt pada surat al-Fajr ayat 27-30.
$pkçJ­ƒr'¯»tƒ ß§øÿ¨Z9$# èp¨ZÍ´yJôÜßJø9$# ÇËÐÈ   ûÓÉëÅ_ö$# 4n<Î) Å7În/u ZpuŠÅÊ#u Zp¨ŠÅÊó£D ÇËÑÈ   Í?ä{÷Š$$sù Îû Ï»t6Ïã ÇËÒÈ   Í?ä{÷Š$#ur ÓÉL¨Zy_ ÇÌÉÈ  
Yang artinya:
             “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku”. (al-Fajr ayat 27-30). berbuat baik dan banyak beribadah akan menjadikan jiwanya tenang dan tentram dan akan bahagia dunia akhirat. Begitu juga sebaliknya,orang yang tidak beriman dan berbuat kemaksiatan ia akan gundah dan jiwanya  seakan-akan  sesak dan tidak senang. Dari sinilah mulanya para ilmuwan mengembangan bahwa Psikologi agama itu penting untuk setiap umat manusia.
            Contoh dari pentingnya psikologi agama yaitu dalam Perkembangan jiwa keagaamaan pada masa dewasa. Orang dewasa itu sudah berpikir tentang agama, tanggung jawab, sosial, ekonomis,keluarga dan moral,pada masa dewasa ini juga seseorang berusah mencapai suatu cita-cita yang ia inginka dan yang telah ia rencanakan dengan baik, orang dewasa itu memiliki sifat kepribadian yang stabil. Yaitu, terlihat dari cara bertindak dan bertingkah laku yang bersifat tetap (tidak mudah brubah-ubah) dan selalu berulang kembali (M.Buchori:99). Sikap keberagamaan pada orang dewasa antara lain:
1.      Menerima kebenaran agama berdasarkan pertimbangan pemikirannya sendiri
2.      Dapat menentukan pribadinya
3.      Bertangung jawab dalam berbagai hal
4.      Dan menghimpun norma-norma sendiri
            Adapun hakikat manusia yang berhubungan dengan psikologi agama terdapat pada surat an-Nisa ayat 1
$pkšr'¯»tƒ â¨$¨Z9$# (#qà)®?$# ãNä3­/u Ï%©!$# /ä3s)n=s{ `ÏiB <§øÿ¯R ;oyÏnºur t,n=yzur $pk÷]ÏB $ygy_÷ry £]t/ur $uKåk÷]ÏB Zw%y`Í #ZŽÏWx. [ä!$|¡ÎSur 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# Ï%©!$# tbqä9uä!$|¡s? ¾ÏmÎ/ tP%tnöF{$#ur 4 ¨bÎ) ©!$# tb%x. öNä3øn=tæ $Y6ŠÏ%u ÇÊÈ  
Yang artinya:
            “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”
            Maksud dari penjelasan surat ini bahwa umat manusia ini di ciptakan oleh Allah didunia ini adalah untuk bertakwa dan beribadah semata-mata hanya kepada  Allah swt dan mengajak kepada yang makruf dan mencegah nahi mungkar,bukan untuk orang lain,bukan untuk mendapatkan sesuatu,.Tetapi untuk kebahagiaan manusia di dunia dan diakhirat dan untuk menjaga tali persilaturahmi antara umat manusia.

            Daftar pustaka
Jalaluddin.2010.Psikologi Agama. Sejarah Perkembangan Psikologi Agama. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Jalaluddin. 2005. Psikologi Agama. Perkembangan Psikologi Agama. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Djuned, Subki. 2004. Psikologi Agama. Pengantar psikologi agama. Banda Aceh: Ar-Raniry Press.
Lister, Nico Syukur. 1982. Pengantar Psikologi Agama. Pengalaman dan Motivasi Beragama. Lapenas:Sidanglaya.
Rahman, Shaleh Abdul. 2009. Psikologi Agama. Suatu pengantar dalam Persfektif islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Grub.